Mobil Listrik Dasep Memang Mahal tapi Awet
Written By VerumOnline on Sunday, August 12, 2012 | 7:10 AM
Harganya yang tergolong tinggi memang menjadikan mobil listrik tidak bisa dimiliki setiap kalangan. Namun, daya tahan mesin mobil listrik yang membuat kendaraan ini awet, patut menjadi pertimbangan.
Dengan pemakaian dan perawatan yang normal. daya tahan mesin mobil listrik rancangan Dasep Ahmadi ini diklaim bisa mencapai 20 tahun
"Usia mesin mobil listrik bisa lebih dari 15 tahun atau 20 tahunan, namun tentu saja itu kembali kepada si pemakai mobil listrik sendiri seperti apa memperlakukannya," kata Dasep Ahmadi.
Ahmadi juga mengatakan produksi mesin impor yang sedang diujicoba di dalam negeri, perangkat mesin yang 50% masih impor seperti baterai litium dan motornya kini sudah menjalani proses pembuatan atau produksi di dalam negeri.
"Produksi motor di Pindad, masih proses dan baterai juga sama, semoga bisa meminimalisir biaya produksi dan memacu produktivitas karena tak bergantung pasokan dari luar," katanya.
Sedang dukungan infrastruktur mobil yang bisa menempuh kecepatan 130 km/jam tersebut dengan charge listrik paling lama 5 jam bakal disediakan 12 stasiun charge listrik (SPLU) di sejumlah tempat.
"PLN sudah menetapkan 12 tempat charge listrik umum di beberapa lokasi untuk memberi kemudahan pengguna mobil listrik," ujarnya.
Menurut perhitungan Dasep , mobil listrik menghemat pengeluaran untuk energi. Dengan jarak tempuh 7-8 kilometer per kiloWatt jam dan tarif listrik nonsubsidi sebesar Rp 1.100 per kiloWatt jam, maka perjalanan sejauh 126 kilometer hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 18.480. Angka ini akan lebih murah lagi jika mobil listrik diisi menggunakan listrik subsidi, yaitu Rp 12.264.
Dasep mengungkapkan target mobil listrik ini memang masih diperuntukkan sebagaimana pengguna mobil berbahan bakar BBM, yaitu bagi kelas menengah ke atas. "Namun bukan tidak mungkin semua kalangan bisa memiliki ini (mobil listrik)," tambahnya.
Sebagaimana diketahui mobil listrik garapan Dasep Ahmadi ini tergolong cukup mahal. Ia membutuhkan dana hingga Rp 300 juta untuk membuat satu mobil ini, karena 50% komponen awalnya yang masih didatangkan dari luar negeri.
Labels:
Otomotif

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !