Untuk membangkitkan N250 , Desain Dan Teknologi Akan Diperbaharui - Zota (Zona beriTA)
Headlines News :
Home » , » Untuk membangkitkan N250 , Desain Dan Teknologi Akan Diperbaharui

Untuk membangkitkan N250 , Desain Dan Teknologi Akan Diperbaharui

Written By VerumOnline on Monday, August 13, 2012 | 10:29 PM




          BJ Habibie, melalui putra sulungnya Ilham Akbar Habibie, berniat untuk membangkitkan  pesawat N-250 yang sudah lama tenggelam . Nantinya, akan dilakukan penyempurnaan desain dan peralatan elektronik pada pesawat N-250 baru ini .

          Ilham mengibaratkan pesawat N-250 yang dibangun pada 1995 itu layaknya komputer tua. Teknologi industri pesawat yang berkembang pesat dalam rentang 1995-2012 membuat teknologi pesawat N-250 yang waktu itu tercanggih di era 1990-an terlihat ketinggalan zaman.

          "Pada 2012, teknologi elektronik memegang peran yang sangat penting. Misalnya di avionik, flight control system, hampir semua bagian pesawat ada unsur elektroniknya," kata Ilham saat diwawancara .Bahkan, dia menilai, pada 1998 dan 2012, sudah ada beberapa generasi teknologi. "Jumlahnya banyak sekali," tambahnya.

         Sistem elektronik pesawat rencananya akan dimodernisasi dan akan ada perubahan pada desain pesawat. Pesawat N-250 yang baru ini  dirancang dapat memuat lebih banyak penumpang .Menurut Ilham, di tengah perkembangan pasar pesawat baling-baling (propeller) dunia, sekitar 50 persennya berada di Asia Tenggara. Untuk itu, berkembang tuntutan agar pesawatpropeller dapat memuat lebih banyak penumpang agar tercipta efisiensi. 

"Saya lihat ke depan, yang diperlukan adalah pesawat lebih besar, sehingga kapasitas itu penting," katanya. 

           Pesawat propeller seperti N-250 cocok dioperasikan di Asia Tenggara, karena kemampuannya yang andal dalam rute jarak pendek. Dibandingkan dengan pesawat jet, dia menjelaskan, pesawat bermesin baling-baling lebih efisien dan hemat.Seperti diketahui, pesawat N-250 didesain dapat menampung 50-68 penumpang. Pesawat yang diluncurkan pada 1995 ini dihentikan saat uji coba, karena terkena dampak krisis ekonomi 1997.

BJ Habibie melalui Ilham Akbar Habibie kemudian mendirikan PT Ragio Aviasi Industri (RAI), yang 51 persen sahamnya dikuasai PT Ilthabie Rekatama, sedangkan 49 persen sisanya dimiliki PT Eagle Cap, perusahaan milik Erry Firmansyah, mantan direktur utama PT Bursa Efek Indonesia. Rencananya, RAI akan membangun kembali pesawat N-250 yang dicetuskan Habibie.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Zota (Zona beriTA) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger